PENYEBAB,GEJALA PENYAKIT HATI

PENYEBAB GEJALA PENYAKIT HATI

Sirosis adalah suatu kondisi di mana jaringan hati yang normal digantikan oleh jaringan parut (fibrosis) yang terbentuk melalui proses bertahap. Jaringan parut ini memengaruhi struktur normal dan regenerasi sel-sel hati. Sel-sel hati menjadi rusak dan mati sehingga hati secara bertahap kehilangan fungsinya.

Hati (liver) sebagaimana diketahui adalah organ di bagian kanan atas perut yang memiliki banyak fungsi, di antaranya:

  • Menyimpan glikogen (bahan bakar untuk tubuh) yang terbuat dari gula. Bila diperlukan, glikogen dipecah menjadi glukosa yang dilepaskan ke dalam aliran darah.
  • Membantu proses pencernaan lemak dan protein.
  • Membuat protein yang penting bagi pembekuan darah.
  • Mengolah berbagai obat yang mungkin Anda minum.
  • Membantu membuang racun dari tubuh.

Sirosis adalah penyakit yang sangat berbahaya karena mengganggu pelaksanaan fungsi-fungsi di atas. Selain itu, jika Anda memiliki sirosis Anda juga berisiko mengembangkan kanker hati (hepatocellular carcinoma). Risiko bervariasi sesuai penyebab sirosis. Risiko terbesar adalah pada sirosis yang disebabkan oleh infeksi hepatitis C dan B, diikuti dengan sirosis yang disebabkan oleh hemokromatosis.

Penyebab

Ada banyak penyebab sirosis. Penyebab paling umum adalah kebiasaan meminum alkohol dan infeksi virus hepatitis C. Sel-sel hati Anda berfungsi mengurai alkohol, tetapi terlalu banyak alkohol dapat merusak sel-sel hati. Infeksi kronis virus hepatitis C menyebabkan peradangan jangka panjang dalam hati yang dapat mengakibatkan sirosis. Sekitar 1 dari 5 penderita hepatitis C kronis mengembangkan sirosis. Tetapi hal ini biasanya terjadi setelah sekitar 20 tahun atau lebih dari infeksi awal.

Penyebab umum sirosis lainnya meliputi:

  • Infeksi kronis virus hepatitis B.
  • Hepatitis autoimun. Sistem kekebalan tubuh biasanya membuat antibodi untuk menyerang bakteri, virus, dan kuman lainnya. Pada hepatitis autoimun,sistem kekebalan tubuh membuat antibodi terhadap sel-sel hati yang dapat menyebabkan kerusakan dan sirosis.
  • Penyakit yang menyebabkan penyumbatan saluran empedu sehingga tekanan darah terhambat dan merusak sel-sel hati. Sebagai contoh, sirosis bilier primer, primary sclerosing, dan masalah bawaan pada saluran empedu.
  • Non-alcohol steato-hepatitis (NASH). Ini adalah kondisi  di mana lemak menumpuk di hati sehingga menciptakan jaringan parut dan sirosis. Kelebihan berat badan (obesitas) meningkatkan risiko Anda mengembangkan non-alcohol steato-hepatitis.
  • Reaksi parah terhadap obat tertentu.
  • Beberapa racun dan polusi lingkungan.
  • Infeksi tertentu yang disebabkan bakteri dan parasit.
  • Gagal jantung parah yang dapat menyebabkan tekanan balik darah dan kemacetan di hati.
  • Beberapa penyakit warisan langka yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel hati, seperti hemokromatosis (kondisi yang menyebabkan timbunan abnormal zat besi di hati dan bagian lain tubuh) dan penyakit Wilson (kondisi yang menyebabkan penumpukan abnormal zat tembaga di hati dan bagian lain tubuh).

Gejala

Sirosis di tahap awal tidak menimbulkan gejala apapun. Oleh karena itu, pasien sirosis ringan dan moderat mungkin menderita untuk waktu yang lama tanpa menyadari penyakitnya. Pada tahap ini tes fungsi hati dapat mendeteksi perubahan yang mengarah pada disfungsi hati, seperti:

  • Kegagalan membuat cukup protein seperti albumin yang membantu untuk mengatur komposisi cairan di dalam aliran darah dan tubuh.
  • Kegagalan membuat bahan kimia yang cukup diperlukan untuk pembekuan darah.
  • Kurang mampu mengolah limbah kimia dalam tubuh seperti bilirubin sehingga menumpuk di dalam tubuh.
  • Kurang mampu memproses obat, racun, dan bahan kimia lainnya yang kemudian bisa menumpuk di dalam tubuh.

Pada tahap akhir, sirosis hati terkait dengan banyak gejala. Sebagian besar gejalanya adalah akibat dari jaringan hati fungsional yang tersisa terlalu sedikit untuk melakukan tugas-tugas hati. Gejala yang dapat timbul pada fase ini adalah:

  • Kelelahan.
  • Kelemahan.
  • Cairan yang bocor dari aliran darah dan menumpuk di kaki (edema) dan perut (ascites).
  • Kehilangan nafsu makan, merasa mual dan ingin muntah.
  • Kecenderungan lebih mudah berdarah dan memar.
  • Penyakit kuning karena penumpukan bilirubin.
  • Gatal-gatal karena penumpukan racun.
  • Gangguan kesehatan mental dapat terjadi dalam kasus berat karena pengaruh racun di dalam aliran darah yang memengaruhi otak. Hal ini dapat menyebabkan perubahan kepribadian dan perilaku, kebingungan, pelupa dan sulit berkonsentrasi.

Selain itu, jaringan parut membatasi aliran darah melalui vena portal sehingga terjadi tekanan balik (dikenal sebagai hipertensi portal). Vena portal adalah vena yang membawa darah berisi nutrisi dari usus dan limpa ke hati. Normalnya, darah dari usus dan limpa dipompa ke hati melalui vena portal. Namun, sirosis menghalangi aliran normal darah melalui hati sehingga darah terpaksa mencari pembuluh baru di sekitar hati. Pembuluh-pembuluh darah baru yang disebut “varises” ini terutama muncul di tenggorokan (esofagus) dan lambung sehingga membuat usus mudah berdarah. Jika perdarahan usus terjadi, Anda mungkin muntah darah, atau mengeluarkan darah melalui kotoran (feses). Kondisi ini adalah kedaruratan medis yang harus segera ditangani.

Diagnosis

Bila dokter mencurigai Anda terkena sirosis, dia dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui adanya pembesaran hati dan penumpukan cairan. Kecurigaan sirosis terutama muncul bila Anda mengalami gejala dan beriwayat meminum alkohol berat atau terkena hepatitis kronis.

Pemeriksaan darah dapat mengkonfirmasi kegagalan fungsi hati. USG dapat menunjukkan apakah ada kerusakan di hati Anda. Untuk mengkonfirmasi, biopsi (sampel kecil) dari hati dapat diambil untuk dilihat di bawah mikroskop.

Jika penyebab sirosis tidak jelas, maka pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan untuk memperjelas penyebabnya, misalnya dengan memeriksa antibodi virus hepatitis atau auto-antibodi yang mungkin telah menyerang sel-sel hati Anda, kelebihan zat besi atau tembaga di dalam darah, dll.

Pengobatan

Secara umum, kerusakan sel-sel hati tidak dapat direhabilitasi. Tujuan pengobatan adalah mencegah pembentukan jaringan parut hati lebih lanjut, atau memperlambat kerusakan sel-sel hati. Sirosis cenderung semakin memburuk jika penyebab yang mendasari tetap ada.  Oleh karena itu perlu upaya untuk memperlambat atau menghentikan penyebab sirosis, misalnya:

  • Tidak minum alkohol jika alkohol adalah penyebabnya.
  • Pengobatan untuk mengendalikan virus hepatitis.
  • Steroid atau obat penekan kekebalan lainnya untuk mengobati penyakit autoimun menyebabkan kerusakan hati.
  • Penghapusan kelebihan zat besi yang terjadi pada hemokromatosis.

Berbagai pengobatan mungkin disarankan, tergantung pada tingkat keparahan sirosis dan gejala yang berkembang, antara lain:

  • Diet rendah natrium atau diuretik untuk mengurangi cairan yang terakumulasi dalam tubuh.
  • Obat untuk mengurangi gatal.
  • Obat-obatan yang dapat membantu mengurangi hipertensi portal.
  • Pengurangan cairan yang menumpuk di perut (ascites).

Bila pasien mengalami perdarahan usus sehingga muntah darah, atau mengeluarkan darah melalui tinja, atau tinja menjadi hitam, dokter mungkin akan segera melakukan tindakan untuk mengatasinya. Berbagai teknik bedah dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan dan mengurangi risikonya lebih lanjut.

Dalam kasus yang parah di mana jaringan parut meluas dan hati nyaris tidak bisa berfungsi, maka transplantasi hati mungkin adalah satu-satunya pilihan.

PENYAKIT HATI DALAM ISLAM

PENYAKIT HATI DALAM ISLAM

 
 

Setiap manusia tentu memiliki hati. Hati inilah yang mempengaruhi tabiat dan sifat seseorang. Apabila hati ini baik, maka manusia tersebut akan memiliki sifat yang terpuji. Namun jika hati yang dimiliki seorang manusia telah penuh dengan niat jahat, dapat dipastikan bahwa tingkah laku orang tersebut tidak akan jauh dari tindakan yang merugikan orang lain. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Muhammad saw:
“Ketahuilah, sesungguhnya pada setiap jasad ada sekerat daging, apabila dia baik maka baik seluruh anggota jasad, apabila dia jelek maka jelek semua anggota jasad, ketahuilah dialah hati.” (HR. Bukhori)

Perubahan sifat yang ada dalam hati ini terjadi dengan sangat cepat. Semua itu terjadi semata karena kekuasaan yang dimilii Allah SWT. Dia-lah yang membolak-balikkan hati manusia sesuai dengan kehendak-Nya. Perhatikan sabda Rasulullah saw berikut:
“Dinamakan hati (al-qolbu) karena cepatnya berubah.”(HR. Ahmad)
“Perumpamaan hati adalah seperti sebuah bulu di tanah lapang yang diubah oleh hembusan angin dalam keadaan terbalik.” (HR. Ibnu Abi Ashim)
“Sesungguhnya hati-hati anak Adam berada di antara dua jari-jari Alloh layaknya satu hati, Dia mengubah menurut kehendak-Nya.” (HR. Muslim)
“Ya Alloh, Dzat yang membolak-balikkan hati, condongkanlah hati kami untuk selalu taat kepada-Mu.” (HR. Muslim)


Penyakit-penyakit hati tersebut dapat diketahui dengan melihat perilaku yang ditampilkan oleh seseorang dalam kesehariannya. Perilaku yang mencerminkan rusak dan sakitnya hati seseorang  diantaranya adalah:
1.    Melakukan kedurhakaan dan dosa
Di antara manusia ada yang melakukan kedurhakaan terus-menerus dalam satu jenis perbuatan. Ada pula yang melakukan dalam beberapa jenis bahkan semuanya dilakukan dengan terang-terangan, padahal Rosululloh bersabda:
“Setiap umatku akan terampuni kecuali mereka yang melakukan kedurhakaan secara terang- terangan.” (HR. Bukhori)


2.    Merasakan kekerasan dan kekakuan hati
Keras dan kakunya hati seseorang membuat orang itu tidak memiliki sensitifitas terhadap masalah-masalah yang menimpa saudaranya sesame muslim. Hal ini karena ia tidak akan mampu dipengaruhi oleh apapun juga, dan hanya akan bertumpu pada keinginan pribadinya.

3.    Tidak tekun beribadah
Ketekunan dalam beribadah merupakan sesuatu hal yang wajib kita laksanakan. Dalam beribadah kita harus benar-benar memperhatikan dengan seksama setiap gerakan dan ucapan/bacaan serta doa. Sedangkan orang yang hatinya mulai diliputi oleh “penyakit” tidak akan mampu tekun dan memperhatikan apa yang dilakukannya dalam beriadah.

4.    Malas dalam ketaatan dan ibadah
Kalaupun ia beribadah, maka ibadah tersebut hanyalah sekedar rutinitas belaka, dan “kosong”. Masuk dalam kategori ini ialah perbuatan–perbuatan yang tidak dilakukan dengan mempedulikan nilai dari perbuatan tersebut atau meremehkan waktu-waktu yang tepat untuk melakukannya. Misalnya, melakukan sholat-sholat di akhir waktu, atau menunda-nunda haji padahal sudah ada kemampuan untuk melaksanakan.

5.    Perasaan gelisah dan resah karena masalah yang dihadapi
6.    Tidak tersentuh kandungan ayat-ayat suci Al Qur’an
7.    Lalai dalam dzikir dan doa
8.    Lalai dalam amar ma’ruf nahi munkar
Bara ghiroh dalam hati telah padam, tidak menyuruh kepada yang ma’ruf, tidak pula mencegah dari yang mungkar. Pada puncaknya, dia tidak mengetahui yang ma’ruf dan tidak mengetahui yang mungkar. Segala urusan dianggap sama.

9.    Gila kehormatan dan popularitas
Termasuk di dalamnya, gila terhadap kedudukan ingin tampil sebagai pemimpin yang menonjol dan tidak dibarengi dengan kemampuan yang semestinya.
“Sesunguhnya kamu sekalian akan berhasrat mendapatkan kepemiminan dan hal ini akan menjadi penyesalan pada hari kiamat.” (HR. Bukhori)


10.    Bakhil dan kikir atas hartanya
Allah SWT memuji orang-orang Anshor dengan firman-Nya:
“… dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. al-Hasyr [59]: 9)
Rosulullah saw bahkan bersabda :
“Tidaklah berkumpul pada hati seorang hamba selama-lamanya sifat kikir dan keimanan.” (HR. Nasai)


11.    Mengakui apa-apa yang tidak dilakukannya
Padahal penyakit ini yang menjadikan binasanya umat terdahulu. Alloh berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, mengapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Alloh bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. ash-Shof : 2–3)


12.    Bersenang-senang diatas penderitaan umat muslim
13.    Hanya pandai menilai kadar dosa yang dilakukan dan tidak melihat pada siapa dosa itu dilakukannya
14.    Tidak peduli pada penderitaan sesama muslim
15.    Mudah memutuskan tali silaturahmi/persaudaraan
16.    Senang berbantah-bantahan yang mneyebabkan hatinya keras dan kaku
17.    Sibuk dalam urusan dunia semata
18.    Suka berlebih-lebihan


Penyembuhan
Perilaku tersebut diatas dapat dijadikan indikator awal akan adanya penyakit pada hati seseorang. Meskipun demikian, kita dapat menyembuhkan hati yang sakit tersebut dengan beberapa cara. Hal ini untuk mempertahankan keimanan yang ada dalam hati kita.
Rosulullah saw menggambarkan dalam salah satu sabda Beliau bahwa keimanan seorang hamba diibaratkan sebagai pakaian yang dibutuhkan untuk diperbaharui setiap saat. Beliau saw juga menggambarkan keimanan ibarat menatap bulan, terkadang bercahaya terkadang gelap, manakala bulan tersebut tertutup oleh awan maka hilanglah sinar dari rembulan tersebut, ketika gumpalan-gumpalan awan menghilang maka nampak kembali cahaya bulan tersebut.
Juga sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw :
“Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran hendaklah dia mengubah dengan tangannya, jika dia tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan yang demikian adalah selemah-lemah iman.” (HR. Bukhari) 

1.    Membaca dan menyimak Al Qur’an
Allah SWT telah memastikan bahwa al-Qur’an adalah penawar dari penyakit, penerang dan cahaya bagi hamba Allah yang dikehendaki-Nya. Firman Allah SWT :
“Dan Kami turunkan dari al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman….” (QS. al-Isra’ : 82)


2.    Merasakan keagungan Allah SWT
Banyak dalil dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang mengungkap tentang keagungan Alloh. Jika seorang muslim memperhatikan nash-nash tersebut, niscaya akan bergetar hatinya dan jiwanya akan tunduk kepada Dzat yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui sebagaimana firman Allah :
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. al-An’am: 59)


3.    Mencari dan mempelajari ilmu agama
Yaitu ilmu yang bisa menghasilkan rasa takut kepada Allah SWT dan menambah nilai keimanannya. Tidak akan sama keadaan orang yang mengetahui dan orang yang tidak mengetahui.

4.    Banyak berdzikir
Dengan berdzikir kepada Allah SWT keimanan bertambah, rohmat Allah datang, hati tenteram, para malaikat datang mengelilingi mereka, dosa-dosa terampuni. Rosulullah saw bersabda:
Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, andaikata kamu tetap seperti keadaanmu di sisiku dan di dalam berdzikir, tentu para malaikat akan menyalami kamu di atas tempat tidurmu dan tatkala dalam perjalanan.” (HR. Muslim)


5.    Memperbanyak amal sholeh
Banyak hal yang dapat digunakan sebagai lading amal sholeh bagi kita. Sedangkan bentuk dan cara memperbanyak amal sholeh diantaranya adalah:
• Sesegera mungkin melaksanakan amal sholih
• Melaksanakan amal sholih secara terus-menerus
• Tidak gampang bosan dan capai dalam melaksanakannya
• Mengulang beberapa amal sholih yang terlupakan
• Senantiasa berharap apa yang dilakukannya diterima oleh Allah SWT

6.    Rajin melakukan ibadah
Di antara rahmat Allah SWT ialah dengan diberikan-Nya beberapa macam peribadatan, sebagiannya berbentuk fisik seperti sholat, sebagiannya berbentuk materi seperti zakat, sebagiannya berbentuk lisan seperti dzikir dan do’a. Bahkan satu jenis ibadah bisa dibagi kepada wajib, sunnah, dan anjuran. Yang wajib pun terkadang terbagi kepada beberapa bagian. Berbagai jenis ibadah ini memungkinkan untuk dijadikan sebagai penyembuh dari penyakit hati atau lemahnya keimanan.

7.    Takut meninggal dalam keadaan su’us khotimah
8.    Banyak mengingat mati
Rosulullah saw bersabda:
“Perbanyaklah mengingat penebas segala kelezatan, yakni kematian.” (HR. Tirmidzi)


Di antara cara yang efektif untuk mengingatkan seseorang terhadap kematian ialah dengan berziarah kubur, mengunjungi orang sakit, mengiringkan jenazah, dan lain-lain.

9.      Selalu ingat akan tibanya hari akhir
10.    Menelaah firman-firman Allah SWt yang terkait dengan peristiwa alam
11.    Bermunajat dan pasrah kpeada Allah SWT
12.    Tidak terlalu mengharap dunia
13.    Banyak melakukan ibadah hati
14.    Berdo’a kepada allah SWT agar dijaga keimanan kita

PENYAKIT HATI MANUSIA

PENYAKIT HATI MANUSIA

Organ hati yang rusak dapat mengganggu kemampuan tubuh manusia dalam memecah sel darah merah dari toksin atau racun yang terkandung di dalamnya. Bilirubin pada darah serta racun atau toxin lain yang ada pada darah pun tidak mampu dikeluarkan tubuh sehingga menetap di dalam tubuh kita.

Kerusakan hati yang parah dapat dikenali dengan perubahan warna bola mata dan kulit menjadi kuning dan juga membuat air seni atau kencing menjadi gelap. Hati yang telah rusak akan berdampak pada kemampuan tubuh dalam memecah protein.

Hal / Faktor Penyebab Kerusakan Organ Hati Manusia :
1. Terlalu banyak mengkonsumsi obat antibiotik
2. Penyalahgunaan narkoba
3. Kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol
4. Serangan virus hepatitis
5. Terlalu banyak makan dan minum yang mengandung kolesterol tinggi

Bila anda termasuk orang yang senang merusak organ hati anda sendiri maka diharapkan anda segera sadar dan mulai melakukan pola hidup sehat untuk menjaga hati dari penyakit yang mematikan.

Beberapa Jenis Penyakit Pada Hati Manusia :

1. Sirosis Hati

Hati yang mengalami kerusakan yang berulang-ulang dapat menjadi kerusakan permanen dalam bentuk koreng besar di hati serta ukurannya akan mengecil / mengerut / menciut. hati tidak lagi memiliki kemampuan untuk untuk menyaring racun, kotoran, obat, dsb pada darah serta tidak mampu menghasilkan zat clotting factor untuk pengehenti pendarahan saat terluka.

Selain itu dapat menyebabkan pendarahan usus, penurunan kemampuan mental, ada cairan tubuh pada abdomen dan kaki, dll. Minuman keras yang beralkohol dapat menyebabkan kerusakan hati yang seperti penyakit hepatitis c kronis.

2. Penyakit Hepatitis A, B, C, D dan E

Penyakit hepatitis adalah penyakit yang berasal dari virus hepatitis atau virus lain serta bisa pula disebabkan oleh penyebab non virus seperti akibat minuman keras alkohol dan konsumsi obat tidak sesuai aturan. Hepatitis dapat menyebabkan kerusakan pada hati seperti sirosis, pengelembungan / pembesaran hati, dsb.

Untuk mencegah terkena hepatitis kita perlu melakukan tindakan pencegahan sebagai berikut di bawah ini :
a. Aktif menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar kita.
b. Menghindari hal-hal yang menyebabkan kerusakan hati.
c. Vaksinasi virus hepatitis A dan B
d. Menggunakan jarus sekali pakai buang dan menghindari makanan minuman yang terkontaminasi virus, jarum, jarum tato, hubungan seks dengan penderita, dll.

Bagi yang terkena penyakit hati sebaiknya anda lakukan beberapa hal ini :
a. Konsultasi dengan dokter
b. Menjalankan pola hidup sehat
c. Diet seimbang dengan kandungan makanan dan minuman yang diatur dan dihitung dengan baik.
d. Banyak mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan untuk mencegah sembelit.
e. Tinggalkan hal-hal penyebab kerusakan hati selamanya

KELAINAN PADA PENYAKIT HATI

KELAINAN PADA PENYAKIT HATI

Hati adalah organ yang sangat penting yang melakukan berbagai fungsi dalam tubuh manusia. Menjadi organ besar, hati dapat mengatasi kerusakan kecil. Jika kerusakan tidak diobati, dapat memperburuk kondisi hati dan mencegah dari berfungsi. kerusakan parah pada hati dapat menyebabkan kegagalan hati dan kematian. Beberapa kondisi yang dapat mengakibatkan kematian dari penyakit hati adalah alkoholisme, kanker hati, sirosis, dan hepatitis virus.

Alkoholisme

penggunaan alkohol berkepanjangan dapat menyebabkan berbagai kondisi mental dan fisik. Konsumsi alkohol mempengaruhi hati dan organ lainnya. Ada tiga tahapan penyakit hati alkoholik. Pertama, fatty liver berkembang pada peminum berat. fungsi hati tidak memburuk pada tahap ini dan kondisi ini dapat dibalik jika alkohol tidak dikonsumsi. Tahap kedua adalah hepatitis alkohol di mana pasien dapat mengembangkan penyakit kuning. Efek dapat dikembalikan pada tahap ini jika konsumsi alkohol lebih lanjut dihentikan dan pengobatan diambil. Tahap terakhir adalah sirosis hati, yang ireversibel dan kerusakan berat hati. Akibatnya, fungsi hati yang terkena, dan rentang hidup seseorang juga berkurang.

Kanker Hati

Kanker hati biasanya merupakan pengembangan sekunder. Tumor paru-paru, usus besar, pankreas, atau perut bisa menyebar ke hati. Tumor hati baik jinak atau ganas. Ganas, atau kanker, tumor hati ada dua jenis – hepatoma dan cholangiocarcinoma. hepatoma adalah tumor yang tumbuh di hati dan menyerang jaringan normal. Cholangiocarcinoma adalah kanker dari sel-sel saluran empedu. Advanced tahap kanker hati mengakibatkan kematian.

Sirosis

Parut pada jaringan normal dan peradangan hati menyebabkan sirosis. Ini adalah salah satu penyakit sepuluh besar di dunia yang menyebabkan kematian.

Viral Hepatitis

Setiap dari virus berikut dapat mempengaruhi hati dan menyebabkan kematian: Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C, hepatitis D, hepatitis E, dan Hepatitis X. antaranya tipe A, B dan C merupakan jenis utama dari hepatitis virus. Sekitar 40-60% dari kematian penyakit hati disebabkan oleh Hepatitis.

Tanda-Tanda Penyakit Hati

Kualitas Hati Manusia

Di dalam diri manusia ada segumpal daging, yang jika baik daging itu maka baik pula manusia. Sebaliknya, jika buruk daging itu maka buruk pula kualitas  orangnya. Daging yang dimaksud adalah hati. Pada lain hal,  setiap amalan manusia tergantung dari niatnya. Jika niatnya baik maka akan baiklah amalnya, tetapi jika niatnya tidak baik maka amalnya pun akan bernilai jelek.

Kedua hal di atas amat berkaitan dengan hati, yang dalam hal ini bukan hati sebagai organ tubuh. Hati sebagai organ tubuh biasa disebut sebagai liver menurut ilmu kedokteran. Yang dimaksud adalah qalbu, maka tak heran jika kemudian ada orang berkata sedang sakit hati, tentu yang sakit bukan organ livernya.

Hati merupakan cerminan segala perbuatan yang kita lakukan dan perbuatan belum tentu merupakan cermin hati. Perbuatan yang kelihatannya baik bisa saja ada niat jelek yang tersembunyi di dalamnya.

Kita ambil contoh sedekah, bila dilandasi sifat riya’ atau ingin dianggap sebagai orang dermawan maka sedekah itu tak ada nilainya. Demikian pula sholat, zakat maupun amalan-amalan lainnya sehingga dalam salah satu ayat, Allah menyatakan celaka bagi orang-orang yang shalat. Hal itu disebabkan karena mereka itu lalai dari shalatnya dan senang berbuat riya.

Termasuk dalam hal ini kurban yang dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha kemarin. Kalau tidak dilandasi sifat ikhlas tentu yang didapat bukanlah ketaqwaan pada Allah. Berkurban bukan karena Allah, tetapi karena menginginkan namanya sering disebut-sebut sebagai sohibul qurban atau karena niat yang lainnya.

Dalam Al Qur’an dinyatakan ada beberapa tingkatan kualitas hati sehingga masing-masing dari kita dapat menilai ada di kualitas yang manakah hati kita selama ini. Kualitas hati yang disebut dalam firman Allah itu antara lain :

  1. Hati yang berpenyakit, yaitu orang yang dalam hatinya terdapat sifat atau rasa iri, dengki, dendam, pendusta, munafik, riya’, kasar dan sifat-sifat yang sejenisnya. Sebagaimana disebutkan dalam Surat Al Baqarah ayat 10 : “Di dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta”. Kemudian dalam Surat Al Hajj ayat 53 juga disebutkan : “Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu benar-benar dalam permusuhan yang sangat”.
  2. Hati yang mengeras, yaitu hati yang berpenyakit namun tak diobati sehingga menyebabkannya menjadi keras. Kerasnya hati tersebut menyebabkan seseorang tak lagi mempunyai kepekaan terhadap jeleknya perbuatan yang dilakukan. Bahkan perbuatan jahat pun akan dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Allah pun menyinggung hal ini dalam Surat Al An’am ayat 43 : “Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras dan syaitan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan”.
  3. Hati yang membatu, yaitu kualitas hati yang makin memburuk kondisinya sehingga kalau tak disadari akan meningkat kualitas keburukannya. Sebagaimana Allah berfirman : “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantra batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan”. (Surat Al Baqarah : 74)
  4. Hati yang tertutup, jika hati sudah tertutup maka ia tidak lagi bisa menerima petunjuk, tetapi masih menunjukkan reaksinya. Setiap kebaikan pasti akan dikesampingkannya. Allah menyatakan hal itu dalam firmanNya : “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka”. (Surat Al Muthaffifin : 14)
  5. Hati yang mati, kalau hati sudah tertutup maka tingkat yang lebih buruk lagi adalah hati menjadi mati. Mereka yang memiliki hati yang sudah mati sudah tidak akan bereaksi lagi dalam menerima petunjuk. Diberi petunjuk ataukah tidak sama saja, tak ada bedanya. Firman Allah : “Sesungguhnya orang-orang kafir itu, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa amat berat”. (Surat Al Baqarah : 6-7)

Namun demikian ada satu kualitas hati yang baik, yaitu hati yang suci di mana ia akan selalu bergetar apabila disebut nama Allah, sebagaimana yang disebut di dalam Surat Al Hajj ayat 35 :

“(Yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rizkikan kepada mereka”.

Orang yang memiliki hati seperti itu lembut dan ikhlas adanya. Ia akan mudah iba melihat penderitaan orang lain, suka menolong sesama, tidak suka kekerasan, sabar, penuh kasih sayang, pemaaf, penuh keikhlasan, dan selalu ingin berbuat amal kebaikan.

Lalu, bagaimana caranya agar kualitas hati kita itu menjadi semakin baik? Atau jika hati kita sakit bagaimana mengobatinya?

Tentu semua masih ingat lagunya Opik. Obat hati ada lima perkaranya. Yang pertama baca Qur’an dan maknanya. Yang kedua, sholat malam dirikanlah. Yang ketiga berkumpullah dengan orang-orang sholeh. Yang keempat, perbanyaklah berpuasa. Yang kelima dzikir malam perpanjanglah. Salah satunya siapa bisa menjalani (kalau bisa semua dijalani), moga-moga Gusti Allah mencukupi.

Mudah-mudahan kita terhindar dari kualitas hati yang jelek seperti di atas. Sedapat mungkin kita mengarahkan hati kita agar menjadi hati yang suci diantara orang-orang yang beriman. Meskipun kenyataannya sulit, dengan niat yang sungguh-sungguh insya Allah, Allah SWT memberikan kemudahan.

Gejala Penyakit Hati

Sakit hati atau liver banyak sekali bentuknya mulai perlemakan hati (fatty liver), hepatitis, tumor, sirosis hingga kanker hati. Kenali gejala-gejala gangguan hati yang bisa jadi petunjuk awal.

Hati dianggap sebagai organ terbesar dalam tubuh dengan bobot sekitar 2 kg yang melakukan banyak fungsi. Hati mengatur komposisi lemak, gula dan protein dalam darah. Hati juga menyingkirkan racun dari darah untuk kemudian dikeluarkan melalui feses.

Zat makanan yang diserap melalui usus hampir semuanya diproses dalam hati, ada yang dihasilkan berupa vitamin tapi ada juga yang berbentuk kolesterol, protein hingga zat pembeku darah. Hati juga berfungsi sebagai detoksifikasi yang memisahkan racun-racun dengan darah yang dikeluarkan lewat empedu dan feses.

Dikutip dari ehow, ada tanda-tanda yang bisa terlihat jika seseorang mengalami gangguan hati yaitu:

  1. Mengalami perubahan warna kulit. Kulit dan mata menjadi kekuning-kuningan sehingga sering disebut penyakit kuning. Terdapat lingkaran gelap di bawah mata.
  2. Air seni berwarna kuning gelap. Buang air besar tidak teratur, biasanya tidak setiap hari.
  3. Kehilangan nafsu makan yang menyebabkan berat badan menurun. Pasien mungkin menjadi anemia dan sering merasa mual. Perut kembung, penuh gas dan terjadi gangguan percernaan setelah makan.
  4. Perut terlihat buncit. Ini karena pembengkakan di bawah tulang rusuk kanan bawah yang merupakan keluhan umum dari pasien hati. Hal ini dapat memberikan tekanan berat pada diafragma yang kadang jadi sakit saat bernapas.
  5. Perhatikan bentuk dan penampilan kuku. Bentuk kuku melengkung dan keputihan juga menunjukkan masalah hati.
  6. Terjadi masalah pada kulit, seperti kulit kering, gatal, eksim, jerawat, psoriasis dan lainnya.
  7. Sering terjadi perdarahan hidung dan mudah memar yang menunjukkan kekurangan protein.
  8. Sering merasa haus berlebihan dan sering buang air kecil.
  9. Sering sakit kepala, pusing, kejang, lelah, lemah, lesu dan depresi.
  10. Muncul bau badan dan mulut yang tidak enak.

Penyebab penyakit hati bisa karena infeksi virus, parasit di hati, gangguan metabolisme, penyakit autoimun, komplikasi penyakit lain, konsumsi alkohol dan obat-obatan.

Tips untuk mencegah tertular penyakit hati:

  1. Perhatikan kebersihan. Sering mencuci tangan dengan sabun untuk menghindari infeksi virus dan parasit dalam hati yang berasal dari luar seperti makanan yang tidak bersih.
  2. Hindari zat beracun dan kelebihan asupan alkohol karena meningkatkan risiko terhadap penyakit hati.